Senin, 31 Mei 2010
KONSEP KEARIFAN ISEMAPA MAIPIAPA DALAM PENYELANGGARAAN PEMERINTAHA DI KECAMATAN SINDUE
PENYELANGGARAAN PEMERINTAHA DI KECAMATAN SINDUE
Setiap daerah memiliki semboyan yang perlu di pertahankan oleh daerah itu sendiri ,Kalimat isemapa mengandung makna yang paling mendalam atau sacral dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di daerah tersebut.ISEMAPA memaknai siapa lagi memimpin daerah ini kalau bukan orang yang di percaya oleh masyarakat sedangkan kalimat MAIPIAPA mengandung makna yang sangat mendalam yang memaknai kapan lagi pemerintah kecamatan dapat mengatur peraturan-peraturan yang ada di kampung yang mereka pimpin untuk meningkatkan taraf hidup orang banyak seperti perbaikan jalan raya,perbaikan ekonomi dan lain-lain.
Semboyan inilah yang dapat di jadikan sebagai konsep kearifan local di kecamatan sindue (termaksud camat dan kepala desa) dalam menjalankan pemerintahan yang selaras dengan nilai-nilai adat di dalam masyarakat tersebut.
BAB 1
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
mahasiswa fisip pada jurusan ilmu pemerintahang,Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan tersebut merupakan hal yang penting bagi masa depan genarasi muda agar mampu berperan dan Seiring dengan perkembangan dan pengetahuan dan teknologi pada era globalisasi ,di perlukan kualitas berkompetensi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya bahasa Indonesia dan bahasa daerah..
Peningkatan kualitas sumber daya manusia memerlukan upaya penelitian baik secara formal maupun informal dalam menunjang perkembangan bahasa daerah yang kita teliti.Sejak berabad-abad lalu atau yang silam manusia telah mengenal bahasa sebagai alat komunikasi untuk mempermudah dan memperlancar hubungan sesame manusia dalam kehidupannya sehari-hari.Hal ini tidak lepas dari kondisi geografis suatu wilayah yang sangat mempengaruhi pertumbuhan bahasa daerah itu sendiri.
Bahasa daerah merupakan salah satu bahasa tradisional yang perludi kembangkan dan di pertahankan karna bahasa daerah tersebut merupakan suatu budaya yang tidak lepas dari adat dansopan santun kita dalam hal berbicara didalam pergaulan kita sehari-hari,karna sebagian besar bahasa daerah di Sulawesi tengah ini beelum mempunyai data dan informasi yang lengkap baik mengenai ffungsi,kegunaanya mauupun proses penggunaanya agar data yang dapat di jadikan sebagai acuan dalam penelitian selanjutnya guna menunjang pengembangan illmu pengetahuan khususnya bahasa daerah di Sulawesi tengah.Masyarakat dan pemerintah yang ada di kecamatan sindue untuk di jadikan bahan analogi fase bahasa daerah kaili dialeg ava.
B. RUMUSAN MASALAH
Dari uraian di atas kami mengangkat rumusan masalah sebagai berikut:
A. Bagaimana model kearifan local di kecamatan sindue?
B. Bagaimana penerapan model kearifan local dalam penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan sindue?
C. TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan makalah ini di buat untuk memberi pemahaman terhadap pembaca tentang:
1. Model kearifan local di kecamatan sindue
2. Penerapan model kearifan lokal dalam penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan sindue.
BAB 2
PEMBAHASAN
A. ModeL kearifan Lokal di kecamatan sindue
Kehidupan masyarakat di wilayah kecamatan sindue memiliki suatu sikap yang bijak terhadap pemerintahan baik camat,kepala desa maupun tokoh-tokoh masyarakat di daerah itu.Sikap kebijakan di dalam lingkungan mereka di tandai dengan semboyan atau slogan,melalui kata-kata dan kalimat ISEMAPA (siapa lagi) dan MAIPIAPA (kapan lagi) kedua kalimat tersebut di atas sangat di patuhi dan di laksanakan oleh baik tokoh masyarakat masyarakat maupun warga yang ada di sekitarnya.
Dalam kehidupan masyarakat sekarang ini di daerah pasti memiliki suatu sikap untuk tidak merubah sikap kebijakan di dalam peneliti ini ada beberapa model –model kearifan local di dalam kehidupan masyarakat antara lain sebagai berikut:
1. Sikap saling hormat menghormati,Saling menghargai dan saling saying menyayangi terhadap sesame warga yang ada di daerahnya (masyarakat).
2. Sikap masyarakat sangat antusias terhadap pemerintah yang ada di kecamatan sindue yang sangat membantu baik dalam bidang ekonomi perhubungan dalam kehidupan mereka sehari-hari.
3. massyarakat sangat mematuhi bahasa daerah yang mereka gunakan setiap hari atau bahasa ibu,dalam pergaulannya karna bahasa daerah itu merupakan salah satu budaya yang sangat erat kaitannya dengan adat,sopan santun dalam pergaulan pada masyarakat setempat.Sehingga mereka menggunakan bahasa daerah kaili dialek Ava sebagai semboyan atau symbol yang mereka gunakan di kampung.
B. Penerapan model kearifan local dalam penyelenggaraan pemerintahan dikecamatan sindue
Penelitian mengembangkan bahasa daerah kaili dialeg ava yang ada di kecamatan sindue,kabupaten donggala yangdi pakai masyarakat kecamatan tersebut yaitu pada kalimat
-ISEMAPA artinya siapa lagi
--MAIPIAPA artinya kapan lagi.
Kedua kalimat merupakan sebagai semboyan atau symbol masyarakat yang ada di daerah di mana mereka menggunakan sebagai alat komunikasi yang sering lakukan setiap hari.
-Kalimat isemapa (siapa lagi) dan kalimat maipiapa (kapan lagi)sangat memiliki makna sacral dalam kehidupan mereka sehingga di jadikan oleh pemerintah kecamatan sehingga semboyan atau slogan,Penjelasan kedua kalimat di atas tersebut:
- Kalimat ISEMAPA memiliki makna yang mendalam,kita melihat dari struktur kata isemapa menunjukan satu kata tetapi di artikan memiliki dua kata siapa dan lagi
sehingga isemapa memiliki kalimat,kalimat isemapa mengartikan bahwa masyarakat yang ada di daerah tersebut sangat mempercayai sebagai tokoh atau
bahasa kaili tomalangai yang di segani oleh masyarakatnya.Sebagai contoh Tomalanggai di pilih oleh masyarakat karna mereka bias memimpin dan mengatur rakyatnya,dan mengetahui betul kehidupan masyarakat dan latar yang ada di suatu daerah. Sehingga kalimat ISEMAPA ( siapa lagi ) dalam era sekarang ini yang menjadi pemimpin di suatu daerah harus yang jujur dan memprihatikan apa yang di lakukan oleh rakyatnya harus di perhatikan dengan sebaik-baiknya dalam sector pembangunan,ekonomi,dan social agar supaya masyarakat merasa puas atau percaya terhadap pemimpinya.
- Kalimat MAIPIAPA mempunyai makna arti yang paling mendalam,kata melihat duulu dari struktur kata MAIPIAPA menunjukan satu kata tetapi di artikan dalam bahasa Indonesia memiliki dua kata kapan dan lagi,sehingga kata mengartikan maipiapa mempunyai makna arti waktu pelaksanaan dalam setiap pekerjaan harus di kerjakan dengan sebaik-baiknya sehingga kehidupan masyarakat di daerah turut bergembira/senang.Karena apa yang mereka kerjakan terlaksana dengan baik
BAB 3
PENUTUP
1. Kesimpulan
Dalam bahasa daerah memang masyarakat sangat membutuhkannya dalam percakapan mereka sehingga bahaaa daerah tersebut merupakan bahasa ibu baik dalam upacara adat maupun dalam pengarang penulis mengambil satu contoh bahasa daerah kaili dialeg AVA di kecamatan sindue.Yang mereka jadikan suatu semboyan atau symbol mereka dengan menggunakan bahasa kaili AVA,baik keluar maupun di rumah masyarakat.
2. Saran-saran
Dengan selesainya makalah ini kami dari penulis menyadari bahwa dalam tulisan ini kami dari penulis masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan olehhnya itu lewat makalah ini dengan senang hati kami tetap menanti dan mengharapkan sumbang sarandari semua piihak terutama bapak dosen pemimbing mata kuliah ini yang sifatnya membagi demi kesempurnaan tulisan ini.Akhir kata kami ucapkan terima kasih.
Senin, 24 Mei 2010
Kamis, 20 Mei 2010
Konsep kearifan Isemapa maipiapa dalam penyelenggaraan pemerintah di kecamatan Sindue.
Setiap daerah memiliki semboyan yang perlu dipertahankan oleh daerah itu sendiri, kalimat Isemapa mengandung makna yang paling mendalam atau sakral dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di daerah kecamatan Sidue. Isemapa memaknai siapa lagi memimpin daerah ini kalau bukan orang yang dipercayai oleh masyarakat, sedangkan maipiapa mengandung makna yang sangat mendalam yang memaknai kapan lagi pemerintah kecamatan Sindue dapat mengatur peraturan-peraturan yang ada dikampung yang mereka untuk meningkatkan taraf hidup orang banyak seperti : perbaikan jalan raya, perbaikan ekonomi dan lain-lain.
Semboyan inilah yang dijadikan sebagai konsep kearifan lokal di kecamatan Sindue (termaksud camat dan kepala desa) dalam menjalankan pemerintahan yang selaras dengan nilai-nilai adat di dalam masyarakat tersebut.